Senin, 25 Februari 2013

Proposal Skripsi TQM Akuntansi Manajemen



 
Pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) dan Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur XYZ di Jakarta)”.

PROPOSAL SKRIPSI
 
Oleh: ANANDA SUCITRAWAN


Program Studi Akuntansi
Konsentrasi Akuntansi Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
UIN Jakarta
2012M -1433H
 
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.    Ruang Lingkup Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu metode dalam meneliti sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu system pemikiran ataupun suatu peristiwa. Data diperoleh dari hasil survey dan menggunakan daftar pertanyaan (questioner) sebagai alat pengumpul data pokok, diproses kemudian dianalisis serta diinterpretasikan dengan menggunakan teori yang ada.                                           Penelitian ini dirancang sebagai salah satu penelitian empiris yang menguji hipotesis dengan menggunakan metode korelasional. Untuk memudahkan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, penulis melakukan pendekatan studi kasus. Dengan pendekatan ini, data yang dikumpulkan dapat disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya dan dibandingkan dengan teori yang menunjang. Dengan demikian, dapat memberikan gambaran yang jelas serta dapat menarik kesimpulan dari objek yang akan diteliti.             Adapun objek penelitian adalah implementasi TQM, Partisipasi penganggaran, komitmen organisasi dan kinerja manajerial.
B.     Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel.
         Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh manajer, kepala bagian/divisi, supervisor dan staff yang  terlibat dalam proses penyusunan anggaran dan implementasi TQM pada PT.XYZ, perusahaan manufaktur di Jakarta.
         Sampel merupakan sebagian dari populasi. Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang dipilih dari populasi (Sekaran, 2006). Pemilihan sampel dalam penelitian ini didasarkan  pada  purposive sampling. Sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu sehingga dapat mendukung penelitian ini.
Sedangkan kriteria pemilihan sampel tersebut adalah:
1.      Merupakan karyawan tetap perusahaan XYZ
2.      Terlibat baik langsung maupun tak langsung terhadap implementasi TQM dan dalam proses penyusunan anggaran
3.      memiliki masa kerja minimal satu tahun dalam periode penyusunan anggaran
C.    Metode Pengumpulan Data
Jenis penelitian ini adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan mengirimkan kuesioner kepada responden dengan Teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut:
1.    Penelitian Lapangan  (Field  Research)
Dilakukan untuk memperoleh data primer dengan melakukan:
a.       Wawancara, yaitu dengan  mengadakan  tanya jawab dengan pihak yang berwenang untuk mendapatkan gambaran umum mengenai perusahaan dan masalah yang berhubungan dengan implementasi TQM dan partisipasi penganggaran serta kinerja perusahaan.
b.      Kuesioner, yaitu dengan  memberikan daftar pertanyaan yang diharapkan dijawab untuk mempermudah pengumpulan data dan efisiensi waktu.
2.    Penelitian Kepustakaan ( Library Research )
Dilakukan untuk memperoleh data dengan meneliti dan mempelajari literatur, karya ilmiah, dan sumber-sumber bacaan lain yang berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk mendapatkan landasan teori
D.    Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriftif, uji kualitas data, uji asumsi klasik dan uji hipotesis.
  1. Statistik Deskriftif
Statistik deskripstif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (kemencengan distribusi) (Ghozali, 2009:19).
  1. Uji Kualitas Data
Untuk melakukan uji kualitas data atas data primer ini, maka peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas.
a.       Uji Validitas
Pengujian ini dilakukan untuk mengukur sah atau validnya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan Pearson Correlation yaitu dengan cara menghitung korelasi antar skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor (Ghozali, 2009:49). Kriteria valid atau tidak adalah jika korelasi antar skor masing masing butir pertanyaan dengan total skor mempunyai tingkat signifikan dibawah 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid, dan jika korelasi skor masing masing butir pertanyaan dengan total skor mempunyai tingkat signifikan diatas 0,05 maka butir pertanyaan tersebut tidak valid  (Ghozali, 2009:49).
b.      Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk (Ghozali, 2009:45). Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan tersebut konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Untuk mengukur reliabilitas digunakan uji statistik Cronbach Alfa (α). Suatu variable dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach’s  Alfa > 0,60. sedangkan, jika sebaliknya data tersebut dikatakan tidak reliable (Ghozali, 2009:45-46).
  1. Uji Asumsi Klasik
Untuk melakukan uji asumsi klasik atas data primer ini, maka peneliti melakukan uji multikolonieritas, uji normalitas dan uji heteroskedastisitas.
a.       Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Uji multikolonieritas dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflantion Factor (VIF) (Ghozali, 2009:95). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikoliniearitas (multiko). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Uji multikolonieritas dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflantion Factor (VIF) serta besaran korelasi antar variabel independen (Ghozali, 2009:95).
b.      Uji Heterokedasitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2009:125). Uji heteroskedastisitas dapat dilihat dengan menggunakan grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residual (SRESID). Jika grafik plot menunjukkan suatu pola titik seperti titik yang bergelombang atau melebar kemudian menyempit, maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi heteroskedastisitas. Tetapi jika grafik plot tidak membentuk pola yang jelas, maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2009:125-126).
b.      Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengukur apakah di dalam model regresi variabel independen dan variabel dependen keduanya mempunyai distribusi normal atau mendekati normal
4.      Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh  Total Quality Management dan partisipasi penganggaran terhadap kinerja manajerial dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderating.  Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama (Ha1)  dan hipotesis kedua (Ha2) adalah regresi linier sederhana (simple linear regression). Sementara pengujian hipotesis ketiga (Ha3) dan keempat (Ha4) akan dilakukan dengan Moderated Regression Analyisis (MRA) yang merupakan aplikasi khusus regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 17.
Rumus model analisis data hipotesis pertama (Ha1) dan hipotesis kedua (Ha2) adalah menggunakan regresi linier sederhana (simple linear regression):
      
Y = α + β1.XTQM + e  ...........................................................................  (1)
Y = α + β2.XPP + e  ..............................................................................  (2)
Rumus model analisis data hipotesis ketiga dan keempat (Ha3-Ha4) adalah Moderated Regression Analysis (MRA):
Y  = α + β1.XTQM + β3.XKO + β4XPP.XKO + e........................................ (3)
Y  = α + β2.XPP + β3.XKO + β5XPP.XKO + e........................................... (4)
Keterangan:
Y adalah Kinerja Manajemerial
α adalah kostanta
β1- β5 adalah koefesien regresi
XTQM adalah Total Quality Management
XPP adalah partisipasi penganggaran
XKO adalah  komitmen organisasi
XPP.XKO adalah interaksi partisipasi penganggaran dan komitmen organisasi
XTQM.XKO adalah interaksi Total Quality Management dan Komitmen Organisasi
e  adalah error
Dalam uji hipotesis ini dilakukan melalui:
a.       Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien Determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2009:87). Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 (nol) dan 1 (satu). Nilai R² yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2009:87).   
b.      Uji Statistik t
Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen dan digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05 (Ghozali, 2009:88).
c.       Uji Statistik F
Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat (Ghozali, 2009:88). Uji statistik F digunakan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi secara bersama-sama terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikan 0,05 (Ghozali, 2009:88). 
E.     Definisi dan Operasional Variabel
Variabel adalah apapun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada suatu nilai (Uma Sekaran, 2006). Dalam penelitian  ini, digunakan tiga macam variabel penelitian.
1.      Variabel Independent
Varibel independent  adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain baik secara positif maupun negatif (Sekaran, 2006), variabel independen ini merupakan faktor penyebab yang akan mempengaruhi variabel lain sedangkan menurut Sugiono (2007) variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen.Variabel Independen dalam bahasa Indonesia sering disebut variabel bebas.                            
Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah TQM dan partisipasi dalam penyusunan anggaran, yang mengukur seberapa jauh karyawan terlibat dalam penyusunan anggaran).
Total quality management (TQM) diartikan sebagai perpaduan semua fungsi manajemen, semua bagian dari suatu perusahaan dan semua orang ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, team work, produktivitas, dan kepuasan pelanggan menurut Ishikawa dalam Nasution (2005:  22).
 Variabel  TQM diukur dengan instrument yang dikembangkan oleh Goetsh dan Davis (1994) seperti yang digunakan dalam penelitian Dwi Suhartini (2007) dengan 10 item pertanyaaan berupa skala interval dengan menggunakan skala likert dengan skala rendah (nilai 1) menunjukan bahwa tingkat penerapan RQM rendah, sebaliknya skala tinggi (nilai5) menunjukan tingkat penerapan TQM tinggi. Instrumen ini digunakan untuk mengukur penerapan TQM dalam perusahaan yang terdiri dari 10  indikator yaitu: fokus pelanggan, obsesi terhadap kualitas, pendekatan ilmiah, komitmen jangka panjang, kerjasama tim, perbaikan secara berkesinambungan, pendidikan dan pelatihan, kebebasasan terkendali dan adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.
Variabel partisipasi anggaran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkat keterlibatan dan pengaruh individu dalam penyusunan anggaran (Brownell (1982) dalam Evi Yuniarti dan Fadila: 2008).Variabel partisipasi anggaran diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Milani (1975) sepeti yang digunakan pada penelitian sebelumnya (Dr. Meler Elek (2007), (Bambang Osmad (2008), Evi Yuniarti dan Fadilah (2008), dimana responden diminta untuk menjawab enam pertanyaan  berupa skala interval dengan memilih skala antara 1 sampai dengan 5. Skala rendah (angka 1) mewakili tingkat partisipasi yang rendah, sedangkan skala tinggi (angka5) mewakili tingkat partisipasi yang tinggi.
Instrumen pertanyaan pada variabel partisipasi anggaran antara lain  mengenai:                
a) seberapa besar keterlibatan para manajer  dalam proses penyusunan anggaran,
b) tingkat kelogisan alasan atasan untuk merevisi usulan anggaran yang  dibuat manajer,
c) besarnya  pangaruh manajer dalam anggaran
d) seberapa besar manajer merasa mempunyai  kontribusi penting terhadap anggaran,
e) intensitas manajer mengajak diskusi tentang anggaran,
f) serta frekuensi atasan meminta pendapat manajer dalam penyusunan anggaran.
2.      Variabel Dependen
Variabel dependen atau variabel terikat menurut Sugiyono (2007) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen atau variabel bebas. menurut Uma Sekaran (2007) Variabel terikat (dependent variable) merupakan variabel yang menjadi perhatian utama peneliti Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja manajerial.
Kinerja manajerial sebagai variabel dependen mengukur kinerja yang meliputi delapan  indikator berdasarkan  penelitianyang dikembangkan  Mahoney et al.1963 sepeti yang digunakan pada penelitian sebelumnya Dr. Meler Elek (2007), EviYuniarti (2008), Bambang Osmad (2008), Dwi Suhartini  (2007),  Kadek dan I Ketut Suryanawa (2010) yang meliputi antara lain, perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan, pemilihan staf, negosiasi dan perwakilan. Setiap responden diminta untuk mengukur kinerjanya sendiri  dengan jawaban pertanyaan disusun menggunakan berupa skala interval /likert dengan  rentang 1 sampai 5. Skala rendah (angka 1) mewakili tingkat kinerja yang rendah, sedangkan skala tinggi (angka5) mewakili tingkat kinerja yang tinggi.
3.       Variabel Moderating
Variabel moderating adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen (Sugiyono, 2007). Variabel moderating dalam penelitian ini adalah komitmen organisasi.
Komitmen organisasi didefinisikan sebagai dorongan dari dalam diri individu untuk melakukan sesuatu agar dapat menunjang keberhasilan organisasi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan lebih mengutamakan kepentingan organisasi (Wiener dalam Evi Yuniarti dan Fadilla:2008) Komitmen organisaai diukur dengan menggunakan instrument daftar pertanyaan yang disusun oleh Mowday et.al (1979) yang juga digunakan pada penelitian terdahulu yaitu Dr. Melek Eker(2007) , Evi Yuniarti Fadilla (2008), Bambang Osmad (2008), Jaqueline Tangkau (2009),  Kadek dan I Ketut Suryanawa (2010). Daftar pertanyaan terdiri atas Sembilan butir pertanyaan dengan skala interval/likert dengan rentang nilai satu (terendah) dan lima (tertinggi). Alternatif jawaban degan nilai satu berarti sangat tidak setuju dan nilai lima berarti sangat setuju dengan pertanayaan yang ada dalam daftar pertanyaan.
Dalam penelitian ini, komitmen organisasi dilihat dari beberapa hal berikut ini:
a) usaha keras untuk menyukseskan organisasi,
b) kebanggaan berkerja pada organisasi tersebut,
c) kesediaan menerima tugas demi organisasi,
d) kesamaan nilai individu dengan nilai organisasi,
e) kebanggan menjadi bagian  dari organisasi,
     f) organisasi merupakan inspirasi untuk melaksanaan tugas,
g) senang atas pilihan bekerja di organisasi tersebut,
(h) anggapan bahwa organisasinya adalah organisasi yang terbaik, dan
(i) perhatian terhadap nasib organisasi     
DAFTAR PUSTAKA
Anthony, Robert N., dan Vijay Govindarajan. “Management Control System”, 12th edition, Mc Graw Hill, Newyork, 2007
Bambang Sarjito dan Osmad.”Pengaruh Partisipasi Penyusuan angaran Terhadap Kinerja Aparat PEMDA: Budaya dan Komitmen Organisasi sebagai moderating “ , Jurnal JEB Vol.2, No.1 Maret 2008:37-49
Carter dan Milton F.Usry. “Cost Accounting = Akuntansi Biaya”, edisi 13, Salemba Empat, Jakarta, 2006
Dwi Suhartini “Pengaruh Penerapan Total Quality Management Terhadap Kineraja Manahjerial dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderating pada PT.Pertamina UPMS V Surabaya” Jurnal Ekonomi dan Manajemen vol.8 no.2 pp288-297, 2007
Elek Meker Dr.  .“The Impact of Budget Participation on Managerial Performance; Via Organization comitmen : A study on the top 500 firms in Turkey”, Journal Ankara Universitesi SBFergisi pp.117-136, 2007
Ghozali, Imam. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”, Edisi 4,  Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, 2009
Hansen, Don R., dan Marryanne M. Mowen,. “Managerial Accounting”, 8thedition,  Thomson South-Western, Australia, 2007.
Hiras Pasaribu. Pengaruh Komitmen, Persepsi dan Penerapan pilar dasar TQM terhadap Kinerja Manajerial (Survei BUMN Manufucture Indonesia)”, Jurnal Akuntansi dan Keuangan vol11no.2,November 2009:65-75),2009
Horngren, Datar, dan George Foster.”Akuntansi Biaya Jilid I”,edisi kesebelas, Jakarta: Indeks,2008.
Jaqueline Tangkau.” Analisi Pengaruh Komitmen Organisasional dan Partisipasi Angaran terhadap Kinerja Manajerial dan Senjangan Anggaran”, Jurnal FORMAS Vol.2 No.4 Juni2009 295-302), 2009
Jha, Vidhu Shekhar. “Strategic Issues in Business Excellence and Benchmarking for competing in the 21st Century-An Indian Context”, American Society for Quality (ASQ) USA Summer 2003, Vol.29, Number 3, 2003
Mardiah, Aida Ainul dan Listianingsih.. “Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja, Sistem Reward, Dan Profit Center Terhadap hubungan antara total quality management dengan kinerja manajerial”, Jurnal SNA Solo, 15-16 September 2005
M. Nafarin. “Penganggaran Perusahaan”, Salemba Empat : Jakarta, 2004
Nasution,M.Nur.”Manajemen Mutu Total”, Bogor : Ghalia Indonesia, 2005
Narsa I Made dan Yuniawati R. D. “Pengaruh Interaksi Antara Total Quality Management dengan Sistem Pengukuran Kinerja dan Sistem Penghargaan Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Empiris pada PT. Telkom Divre V Surabaya)”, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 6. No. 1, Mei 2003:18-34.
Prawirosentono, Suyadi.” Filosofi Baru Tentang Manajemen Mutu Terpadu Total Quality Management Abad 21”: PT.Bhumi Aksara: Jakarta, 2004
Sekaran, Uma. “Research Methods For Business = Metodologi Penelitian untuk Bisnis” Salemba Empat: Jakarta, 2006
Sugiono. “Metode Penelitian Bisnis” Bandung : CV Alfabeta , 2004
Suardana, Kadek,dan I ketut Suryanawa. “Pengaruh Partisipasi Penyusunan
Anggaran Pada Kinerja Manajerial Dengan Komitmen Organisasi sebagai variable Moderasi, AUDI Jurnal Akuntansi dan Bisnis- FE Univ.Udayana, Volume 1 Jan 2010
Therese A Joire .”Total Quality Management and Performance” (JQRM vol 24 No.6 pp617-627),2007
Tjiptono dan Diana.” Total Quality Management”. Andi Press:Yogyakarta,2001
T Sirait, Justine. “Anggaran Sebagai Alat Bantu Manajemen”, Grasindo : Jakarta , 2006
Yuniarti, Evi dan Fadila Marga.. “ Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Hubungan Antara Partisipasi Anggaran Dan Kinerja Manajerial ( Studi Empiris Pada Kantor Cabang Perbankan Di Provinsi Lampung)”. Jurnal Ilmiah ESAI vol.2, Nomor1, Januari 2008

BAB III
BAB III
METODOLOGI PENELITIAN
A.    Ruang Lingkup Penelitian
Dalam melaksanakan penelitian ini, penulis menggunakan metode deskriptif komparatif yaitu metode dalam meneliti sekelompok manusia, suatu objek, suatu kondisi, suatu system pemikiran ataupun suatu peristiwa. Data diperoleh dari hasil survey dan menggunakan daftar pertanyaan (questioner) sebagai alat pengumpul data pokok, diproses kemudian dianalisis serta diinterpretasikan dengan menggunakan teori yang ada.                                           Penelitian ini dirancang sebagai salah satu penelitian empiris yang menguji hipotesis dengan menggunakan metode korelasional. Untuk memudahkan dalam melakukan penelitian yang berhubungan dengan masalah yang diteliti, penulis melakukan pendekatan studi kasus. Dengan pendekatan ini, data yang dikumpulkan dapat disesuaikan dengan keadaan yang sebenarnya dan dibandingkan dengan teori yang menunjang. Dengan demikian, dapat memberikan gambaran yang jelas serta dapat menarik kesimpulan dari objek yang akan diteliti.             Adapun objek penelitian adalah implementasi TQM, Partisipasi penganggaran, komitmen organisasi dan kinerja manajerial.
B.     Populasi dan Teknik Pengambilan Sampel.
         Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh manajer, kepala bagian/divisi, supervisor dan staff yang  terlibat dalam proses penyusunan anggaran dan implementasi TQM pada PT.XYZ, perusahaan manufaktur di Jakarta.
         Sampel merupakan sebagian dari populasi. Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang dipilih dari populasi (Sekaran, 2006). Pemilihan sampel dalam penelitian ini didasarkan  pada  purposive sampling. Sampel dipilih berdasarkan kriteria tertentu sehingga dapat mendukung penelitian ini.
Sedangkan kriteria pemilihan sampel tersebut adalah:
1.      Merupakan karyawan tetap perusahaan XYZ
2.      Terlibat baik langsung maupun tak langsung terhadap implementasi TQM dan dalam proses penyusunan anggaran
3.      memiliki masa kerja minimal satu tahun dalam periode penyusunan anggaran
C.    Metode Pengumpulan Data
Jenis penelitian ini adalah survei dengan pendekatan kuantitatif. Prosedur pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan data primer yang dikumpulkan dengan mengirimkan kuesioner kepada responden dengan Teknik pengumpulan data adalah sebagai berikut:
1.    Penelitian Lapangan  (Field  Research)
Dilakukan untuk memperoleh data primer dengan melakukan:
a.       Wawancara, yaitu dengan  mengadakan  tanya jawab dengan pihak yang berwenang untuk mendapatkan gambaran umum mengenai perusahaan dan masalah yang berhubungan dengan implementasi TQM dan partisipasi penganggaran serta kinerja perusahaan.
b.      Kuesioner, yaitu dengan  memberikan daftar pertanyaan yang diharapkan dijawab untuk mempermudah pengumpulan data dan efisiensi waktu.
2.    Penelitian Kepustakaan ( Library Research )
Dilakukan untuk memperoleh data dengan meneliti dan mempelajari literatur, karya ilmiah, dan sumber-sumber bacaan lain yang berkaitan dengan masalah yang diteliti untuk mendapatkan landasan teori
D.    Metode Analisis Data
Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriftif, uji kualitas data, uji asumsi klasik dan uji hipotesis.
  1. Statistik Deskriftif
Statistik deskripstif memberikan gambaran atau deskripsi suatu data yang dilihat dari nilai rata-rata (mean), standar deviasi, varian, maksimum, minimum, sum, range, kurtosis dan skewness (kemencengan distribusi) (Ghozali, 2009:19).
  1. Uji Kualitas Data
Untuk melakukan uji kualitas data atas data primer ini, maka peneliti melakukan uji validitas dan reliabilitas.
a.       Uji Validitas
Pengujian ini dilakukan untuk mengukur sah atau validnya suatu kuesioner. Suatu kuesioner dikatakan valid jika pertanyaan pada kuesioner mampu mengungkapkan sesuatu yang akan diukur oleh kuesioner tersebut. Pengujian ini dilakukan dengan menggunakan Pearson Correlation yaitu dengan cara menghitung korelasi antar skor masing-masing butir pertanyaan dengan total skor (Ghozali, 2009:49). Kriteria valid atau tidak adalah jika korelasi antar skor masing masing butir pertanyaan dengan total skor mempunyai tingkat signifikan dibawah 0,05 maka butir pertanyaan tersebut dapat dikatakan valid, dan jika korelasi skor masing masing butir pertanyaan dengan total skor mempunyai tingkat signifikan diatas 0,05 maka butir pertanyaan tersebut tidak valid  (Ghozali, 2009:49).
b.      Uji Reliabilitas
Uji reliabilitas adalah untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel atau konstruk (Ghozali, 2009:45). Suatu kuesioner dikatakan reliable atau handal jika jawaban seseorang terhadap pernyataan tersebut konsisten atau stabil dari waktu ke waktu.
Untuk mengukur reliabilitas digunakan uji statistik Cronbach Alfa (α). Suatu variable dikatakan reliable jika memberikan nilai Cronbach’s  Alfa > 0,60. sedangkan, jika sebaliknya data tersebut dikatakan tidak reliable (Ghozali, 2009:45-46).
  1. Uji Asumsi Klasik
Untuk melakukan uji asumsi klasik atas data primer ini, maka peneliti melakukan uji multikolonieritas, uji normalitas dan uji heteroskedastisitas.
a.       Uji Multikolinearitas
Uji Multikolinearitas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel independen. Uji multikolonieritas dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflantion Factor (VIF) (Ghozali, 2009:95). Jika terjadi korelasi, maka dinamakan terdapat problem multikoliniearitas (multiko). Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel independen. Uji multikolonieritas dilihat dari nilai tolerance dan Variance Inflantion Factor (VIF) serta besaran korelasi antar variabel independen (Ghozali, 2009:95).
b.      Uji Heterokedasitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam suatu model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain (Ghozali, 2009:125). Uji heteroskedastisitas dapat dilihat dengan menggunakan grafik plot antara nilai prediksi variabel terikat (ZPRED) dengan residual (SRESID). Jika grafik plot menunjukkan suatu pola titik seperti titik yang bergelombang atau melebar kemudian menyempit, maka dapat disimpulkan bahwa telah terjadi heteroskedastisitas. Tetapi jika grafik plot tidak membentuk pola yang jelas, maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2009:125-126).
b.      Uji Normalitas
Uji normalitas bertujuan untuk mengukur apakah di dalam model regresi variabel independen dan variabel dependen keduanya mempunyai distribusi normal atau mendekati normal
4.      Uji Hipotesis
Pengujian hipotesis dimaksudkan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh  Total Quality Management dan partisipasi penganggaran terhadap kinerja manajerial dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderating.  Metode statistik yang digunakan untuk menguji hipotesis pertama (Ha1)  dan hipotesis kedua (Ha2) adalah regresi linier sederhana (simple linear regression). Sementara pengujian hipotesis ketiga (Ha3) dan keempat (Ha4) akan dilakukan dengan Moderated Regression Analyisis (MRA) yang merupakan aplikasi khusus regresi linear berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS 17.
Rumus model analisis data hipotesis pertama (Ha1) dan hipotesis kedua (Ha2) adalah menggunakan regresi linier sederhana (simple linear regression):
      
Y = α + β1.XTQM + e  ...........................................................................  (1)
Y = α + β2.XPP + e  ..............................................................................  (2)
Rumus model analisis data hipotesis ketiga dan keempat (Ha3-Ha4) adalah Moderated Regression Analysis (MRA):
Y  = α + β1.XTQM + β3.XKO + β4XPP.XKO + e........................................ (3)
Y  = α + β2.XPP + β3.XKO + β5XPP.XKO + e........................................... (4)
Keterangan:
Y adalah Kinerja Manajemerial
α adalah kostanta
β1- β5 adalah koefesien regresi
XTQM adalah Total Quality Management
XPP adalah partisipasi penganggaran
XKO adalah  komitmen organisasi
XPP.XKO adalah interaksi partisipasi penganggaran dan komitmen organisasi
XTQM.XKO adalah interaksi Total Quality Management dan Komitmen Organisasi
e  adalah error
Dalam uji hipotesis ini dilakukan melalui:
a.       Uji Koefisien Determinasi (R2)
Koefisien Determinasi (R²) pada intinya mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel dependen (Ghozali, 2009:87). Nilai koefisien determinasi adalah antara 0 (nol) dan 1 (satu). Nilai R² yang kecil berarti kemampuan variabel-variabel independen dalam menjelaskan variasi variabel dependen amat terbatas. Nilai yang mendekati satu berarti variabel-variabel independen memberikan hampir semua informasi yang dibutuhkan untuk memprediksi variasi variabel dependen (Ghozali, 2009:87).   
b.      Uji Statistik t
Uji statistik t menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel penjelas atau independen secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen dan digunakan untuk mengetahui ada atau tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikansi 0,05 (Ghozali, 2009:88).
c.       Uji Statistik F
Uji statistik F menunjukkan apakah semua variabel independen atau bebas yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama-sama terhadap variabel dependen atau terikat (Ghozali, 2009:88). Uji statistik F digunakan untuk mengetahui pengaruh semua variabel independen yang dimasukkan dalam model regresi secara bersama-sama terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikan 0,05 (Ghozali, 2009:88). 
E.     Definisi dan Operasional Variabel
Variabel adalah apapun yang dapat membedakan atau membawa variasi pada suatu nilai (Uma Sekaran, 2006). Dalam penelitian  ini, digunakan tiga macam variabel penelitian.
1.      Variabel Independent
Varibel independent  adalah variabel yang mempengaruhi variabel lain baik secara positif maupun negatif (Sekaran, 2006), variabel independen ini merupakan faktor penyebab yang akan mempengaruhi variabel lain sedangkan menurut Sugiono (2007) variabel independen adalah variabel yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variabel dependen.Variabel Independen dalam bahasa Indonesia sering disebut variabel bebas.                            
Variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini adalah TQM dan partisipasi dalam penyusunan anggaran, yang mengukur seberapa jauh karyawan terlibat dalam penyusunan anggaran).
Total quality management (TQM) diartikan sebagai perpaduan semua fungsi manajemen, semua bagian dari suatu perusahaan dan semua orang ke dalam falsafah holistik yang dibangun berdasarkan konsep kualitas, team work, produktivitas, dan kepuasan pelanggan menurut Ishikawa dalam Nasution (2005:  22).
 Variabel  TQM diukur dengan instrument yang dikembangkan oleh Goetsh dan Davis (1994) seperti yang digunakan dalam penelitian Dwi Suhartini (2007) dengan 10 item pertanyaaan berupa skala interval dengan menggunakan skala likert dengan skala rendah (nilai 1) menunjukan bahwa tingkat penerapan RQM rendah, sebaliknya skala tinggi (nilai5) menunjukan tingkat penerapan TQM tinggi. Instrumen ini digunakan untuk mengukur penerapan TQM dalam perusahaan yang terdiri dari 10  indikator yaitu: fokus pelanggan, obsesi terhadap kualitas, pendekatan ilmiah, komitmen jangka panjang, kerjasama tim, perbaikan secara berkesinambungan, pendidikan dan pelatihan, kebebasasan terkendali dan adanya keterlibatan dan pemberdayaan karyawan.
Variabel partisipasi anggaran yang dimaksud dalam penelitian ini adalah tingkat keterlibatan dan pengaruh individu dalam penyusunan anggaran (Brownell (1982) dalam Evi Yuniarti dan Fadila: 2008).Variabel partisipasi anggaran diukur dengan menggunakan instrumen yang dikembangkan oleh Milani (1975) sepeti yang digunakan pada penelitian sebelumnya (Dr. Meler Elek (2007), (Bambang Osmad (2008), Evi Yuniarti dan Fadilah (2008), dimana responden diminta untuk menjawab enam pertanyaan  berupa skala interval dengan memilih skala antara 1 sampai dengan 5. Skala rendah (angka 1) mewakili tingkat partisipasi yang rendah, sedangkan skala tinggi (angka5) mewakili tingkat partisipasi yang tinggi.
Instrumen pertanyaan pada variabel partisipasi anggaran antara lain  mengenai:                
a) seberapa besar keterlibatan para manajer  dalam proses penyusunan anggaran,
b) tingkat kelogisan alasan atasan untuk merevisi usulan anggaran yang  dibuat manajer,
c) besarnya  pangaruh manajer dalam anggaran
d) seberapa besar manajer merasa mempunyai  kontribusi penting terhadap anggaran,
e) intensitas manajer mengajak diskusi tentang anggaran,
f) serta frekuensi atasan meminta pendapat manajer dalam penyusunan anggaran.
2.      Variabel Dependen
Variabel dependen atau variabel terikat menurut Sugiyono (2007) merupakan variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat karena adanya variabel independen atau variabel bebas. menurut Uma Sekaran (2007) Variabel terikat (dependent variable) merupakan variabel yang menjadi perhatian utama peneliti Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kinerja manajerial.
Kinerja manajerial sebagai variabel dependen mengukur kinerja yang meliputi delapan  indikator berdasarkan  penelitianyang dikembangkan  Mahoney et al.1963 sepeti yang digunakan pada penelitian sebelumnya Dr. Meler Elek (2007), EviYuniarti (2008), Bambang Osmad (2008), Dwi Suhartini  (2007),  Kadek dan I Ketut Suryanawa (2010) yang meliputi antara lain, perencanaan, investigasi, pengkoordinasian, evaluasi, pengawasan, pemilihan staf, negosiasi dan perwakilan. Setiap responden diminta untuk mengukur kinerjanya sendiri  dengan jawaban pertanyaan disusun menggunakan berupa skala interval /likert dengan  rentang 1 sampai 5. Skala rendah (angka 1) mewakili tingkat kinerja yang rendah, sedangkan skala tinggi (angka5) mewakili tingkat kinerja yang tinggi.
3.       Variabel Moderating
Variabel moderating adalah variabel yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variabel independen dengan dependen (Sugiyono, 2007). Variabel moderating dalam penelitian ini adalah komitmen organisasi.
Komitmen organisasi didefinisikan sebagai dorongan dari dalam diri individu untuk melakukan sesuatu agar dapat menunjang keberhasilan organisasi sesuai dengan tujuan yang ditetapkan dan lebih mengutamakan kepentingan organisasi (Wiener dalam Evi Yuniarti dan Fadilla:2008) Komitmen organisaai diukur dengan menggunakan instrument daftar pertanyaan yang disusun oleh Mowday et.al (1979) yang juga digunakan pada penelitian terdahulu yaitu Dr. Melek Eker(2007) , Evi Yuniarti Fadilla (2008), Bambang Osmad (2008), Jaqueline Tangkau (2009),  Kadek dan I Ketut Suryanawa (2010). Daftar pertanyaan terdiri atas Sembilan butir pertanyaan dengan skala interval/likert dengan rentang nilai satu (terendah) dan lima (tertinggi). Alternatif jawaban degan nilai satu berarti sangat tidak setuju dan nilai lima berarti sangat setuju dengan pertanayaan yang ada dalam daftar pertanyaan.
Dalam penelitian ini, komitmen organisasi dilihat dari beberapa hal berikut ini:
a) usaha keras untuk menyukseskan organisasi,
b) kebanggaan berkerja pada organisasi tersebut,
c) kesediaan menerima tugas demi organisasi,
d) kesamaan nilai individu dengan nilai organisasi,
e) kebanggan menjadi bagian  dari organisasi,
     f) organisasi merupakan inspirasi untuk melaksanaan tugas,
g) senang atas pilihan bekerja di organisasi tersebut,
(h) anggapan bahwa organisasinya adalah organisasi yang terbaik, dan
(i) perhatian terhadap nasib organisasi     
DAFTAR PUSTAKA
Anthony, Robert N., dan Vijay Govindarajan. “Management Control System”, 12th edition, Mc Graw Hill, Newyork, 2007
Bambang Sarjito dan Osmad.”Pengaruh Partisipasi Penyusuan angaran Terhadap Kinerja Aparat PEMDA: Budaya dan Komitmen Organisasi sebagai moderating “ , Jurnal JEB Vol.2, No.1 Maret 2008:37-49
Carter dan Milton F.Usry. “Cost Accounting = Akuntansi Biaya”, edisi 13, Salemba Empat, Jakarta, 2006
Dwi Suhartini “Pengaruh Penerapan Total Quality Management Terhadap Kineraja Manahjerial dengan Budaya Organisasi sebagai Variabel Moderating pada PT.Pertamina UPMS V Surabaya” Jurnal Ekonomi dan Manajemen vol.8 no.2 pp288-297, 2007
Elek Meker Dr.  .“The Impact of Budget Participation on Managerial Performance; Via Organization comitmen : A study on the top 500 firms in Turkey”, Journal Ankara Universitesi SBFergisi pp.117-136, 2007
Ghozali, Imam. “Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS”, Edisi 4,  Badan Penerbit Universitas Diponegoro, Semarang, 2009
Hansen, Don R., dan Marryanne M. Mowen,. “Managerial Accounting”, 8thedition,  Thomson South-Western, Australia, 2007.
Hiras Pasaribu. Pengaruh Komitmen, Persepsi dan Penerapan pilar dasar TQM terhadap Kinerja Manajerial (Survei BUMN Manufucture Indonesia)”, Jurnal Akuntansi dan Keuangan vol11no.2,November 2009:65-75),2009
Horngren, Datar, dan George Foster.”Akuntansi Biaya Jilid I”,edisi kesebelas, Jakarta: Indeks,2008.
Jaqueline Tangkau.” Analisi Pengaruh Komitmen Organisasional dan Partisipasi Angaran terhadap Kinerja Manajerial dan Senjangan Anggaran”, Jurnal FORMAS Vol.2 No.4 Juni2009 295-302), 2009
Jha, Vidhu Shekhar. “Strategic Issues in Business Excellence and Benchmarking for competing in the 21st Century-An Indian Context”, American Society for Quality (ASQ) USA Summer 2003, Vol.29, Number 3, 2003
Mardiah, Aida Ainul dan Listianingsih.. “Pengaruh Sistem Pengukuran Kinerja, Sistem Reward, Dan Profit Center Terhadap hubungan antara total quality management dengan kinerja manajerial”, Jurnal SNA Solo, 15-16 September 2005
M. Nafarin. “Penganggaran Perusahaan”, Salemba Empat : Jakarta, 2004
Nasution,M.Nur.”Manajemen Mutu Total”, Bogor : Ghalia Indonesia, 2005
Narsa I Made dan Yuniawati R. D. “Pengaruh Interaksi Antara Total Quality Management dengan Sistem Pengukuran Kinerja dan Sistem Penghargaan Terhadap Kinerja Manajerial (Studi Empiris pada PT. Telkom Divre V Surabaya)”, Jurnal Akuntansi dan Keuangan, Vol. 6. No. 1, Mei 2003:18-34.
Prawirosentono, Suyadi.” Filosofi Baru Tentang Manajemen Mutu Terpadu Total Quality Management Abad 21”: PT.Bhumi Aksara: Jakarta, 2004
Sekaran, Uma. “Research Methods For Business = Metodologi Penelitian untuk Bisnis” Salemba Empat: Jakarta, 2006
Sugiono. “Metode Penelitian Bisnis” Bandung : CV Alfabeta , 2004
Suardana, Kadek,dan I ketut Suryanawa. “Pengaruh Partisipasi Penyusunan
Anggaran Pada Kinerja Manajerial Dengan Komitmen Organisasi sebagai variable Moderasi, AUDI Jurnal Akuntansi dan Bisnis- FE Univ.Udayana, Volume 1 Jan 2010
Therese A Joire .”Total Quality Management and Performance” (JQRM vol 24 No.6 pp617-627),2007
Tjiptono dan Diana.” Total Quality Management”. Andi Press:Yogyakarta,2001
T Sirait, Justine. “Anggaran Sebagai Alat Bantu Manajemen”, Grasindo : Jakarta , 2006
Yuniarti, Evi dan Fadila Marga.. “ Pengaruh Komitmen Organisasi Dan Gaya Kepemimpinan Terhadap Hubungan Antara Partisipasi Anggaran Dan Kinerja Manajerial ( Studi Empiris Pada Kantor Cabang Perbankan Di Provinsi Lampung)”. Jurnal Ilmiah ESAI vol.2, Nomor1, Januari 2008


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar