Senin, 25 Februari 2013

Proposal Skripsi TQM Akuntansi Manajemen - 1



Pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) dan Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur XYZ di Jakarta)”.

PROPOSAL SKRIPSI
 
Oleh: ANANDA SUCITRAWAN


Program Studi Akuntansi
Konsentrasi Akuntansi Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis
UIN Jakarta
2012M -1433H



BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang Masalah.
Era perdagangan bebas di Indonesia yang ditandai dengan berlakunya Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN (ASEAN Free Trade Agreement / AFTA) pada tahun 2003 dan disusul dilaksanakannya Penjanjian Perdagangan Bebas ASEAN – Cina (ASEAN-China Free Trade Agreement / ACFTA ) mulai 1 Januari 2010, mengakibatkan perusahaan swasta maupun badan usaha milik negara dihadapkan  pada kondisi persaingan global, tak terkecuali untuk perusahaan manufaktur di Indonesia..
Akibat Persaingan yang semakin tajam di dunia bisnis,  perusahaan yang dahulu bersaing hanya pada tingkat lokal, nasional maupun regional kini harus bersaing dengan perusahaan dari seluruh penjuru dunia . Hal ini karena peningkatan arus penawaran produk barang dan jasa dengan harga yang lebih bersaing dari produk luar.
Perkembangan perdagangan dunia menuntut perusahaan-perusahaan yang sudah ada untuk tetap dapat bertahan agar dapat bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang akan bermunculan dan tetap terus memperoleh keuntungan. 
Persaingan global ini memberikan beragam pilihan kepada konsumen, sehingga tuntutan konsumen akan peningkatan kualitas produk semakin bertambah. Untuk  dapat bertahan dan berhasil dalam lingkungan seperti itu suatu perusahaan harus dapat bekerja secara efisien dan efektif , sehingga perusahaan harus memikirkan ulang strategi manajemen guna menciptakan nilai lebih/ value bagi konsumen dalam bentuk produk dan jasa serta pelayanan berkualitas, sehingga perusahaan juga memperoleh nilai /value lebih.
Maka pada era persaingan global dan liberalisasi perdagangan dewasa ini, kualitas produk barang dan jasa telah menjadi salah satu faktor penting terpenting untuk mencapai keunggulan kompetitif perusahaan., seperti yang diungkapkan Vidhu Shekhar Jha  dan Himanshu Joshi (2003)“A good quality product or service enables an organization to add and retain customers. Poor quality leads to discontented customers, so the costs of poor quality are not  just those of immediate waste or rectification but also the loss of future sales
Oleh karena itu, perbaikan berkelanjutan harus dilakukan oleh perusahaan agar dapat mendorong peningkatan pangsa pasar dan memenangkan persaingan melalui dua faktor penting yaitu kualitas produk yang tinggi dan harga bersaing. 
Dalam situasi persaingan yang semakin tajam, pendekatan Total Quality Management semakin banyak digunakan  sebagai teknik yang diimplementasikan sebagai formula dalam berkompetisi.
Total Quality Management adalah pendekatan tingkat perusahaan atas perbaikan mutu yang mencari cara untuk memperbaiki mutu disemua proses dan aktivitas. (Carter Usry,2006:199)
  Praktik pemanufakturan Total Quality Management merupakan praktik yang menekankan peningkatan kualitas, mengeliminasi pemborosan, mengembangkan keterampilan, agar tercapai penyempurnaan mutu barang, dan jasa secara berkesinambungan dengan tujuan mencapai kepuasan konsumen. Praktik TQM tersebut lebih berfokus kepada keterlibatan karyawan yang merupakan sumber yang sangat bernilai bagi organisasi. (Aida dan Listianingsih :2005). Oleh karena itu, TQM memiliki prinsip untuk menghargai setiap anggota perusahaan yang terlibat dalam memberikan  pendapat demi perbaikan perusahaan secara berkelanjutan.
            Peran dan dukungan komitmen dari seluruh anggota organisasi dan fungsi manajemen dalam perencanaan merupakan aspek yang  dibutuhkan untuk pencapaian tujuan perusahaan. Oleh sebab itu,  selain penerapan TQM agar tujuan perusahaan dapat dicapai  maka diperlukan suatu pedoman dan komponen perencanaan  yang disebut dengan anggaran.
        Menurut Horngren et,all (2008:214),” anggaran adalah pernyataan kuantitatif suatu rencana kegiatan yang dibuat manajemen untuk duatu periode tertentu dan alat yang membantu mengkoordinasikan hal-hal yang perlu dilakukan guna mengimplementasikan rencana”. Anggaran merupakan alat manajemen dalam mencapai tujuan dan hendaknya anggaran yang disusun dapat mengakomodasi kepentingan setiap bagian perusahaan yang terkait dalam pelaksanaanya.
        Proses penyusunan anggaran merupakan proses penetapan peran, dimana pihak-pihak yang berkaitan diberi peran untuk melaksanakan kegiatan pencapaian sasaran yang ditetapkan dalam anggaran.
Oleh sebab itu diperlukan partisipasi penyusunan anggaran oleh beragam pihak dalam perusahaan sebagai pendekatan manajemen yang dinilai dapat meningkatkan kinerja manajerial perusahaan.
Menurut Brownell (dalam Bambang dan Osmad:2008:38) partisipasi anggaran  ialah sebagai suatu proses dalam organisasi yang melibatkan para manajer dalam penentuan tujuan anggaran yang menjadi tanggung jawabnya.
Partisipasi dari bawahan dalam penyusunan anggaran dapat meningkatkan kinerja karena dengan adanya komunikasi antara bawahan dan atasan dapat memungkinkan bawahan untuk memilih. Tindakan memilih tersebut dapat membangun komitmen sebagai tanggung jawab atas apa yang telah dipilih dan pada akhirnya akan meningkatkan kinerja ( Kadek dan I Ketut : 2009 ). Oleh karena itu partisipasi penganggaran memiliki peran penting dalam menentukan arah kebijakan  dan kinerja manajerial.
Penelitian tentang partisipasi anggaran dengan kinerja manajerial sebelumnya telah  dilakukan oleh Jaqueline tangkau (2009), Dr.Melek Eker (2007), Bambang Osmad (2008), melakukan pengujian partisipasi anggaran dan kinerja manajerial dengan komitmen organisasi dimana variable tersebut berpengaruh positif secara signifikan, namun pada penelitian Kadek dan I ketut Suryanawa ( 2010) hasilnya tidak signifikan dimana komitmen organisasi tidak mampu perkuat hubungan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial.
Berbeda pada penelitian Milani (1975), EviYuniarti (2008) yang ternyata ditemukan hasil yang tidak signifikan antara partisipasi anggaran dan kinerja manajerial.
Beberapa penelitian mengenai hubungan antara TQM dengan kinerja sudah dilakukan I Made Rani (2003), Dwi Suhartini (2007), Hiras Pasaribu (2009) dan berpengaruh positif dan signifikan. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa melalui penerapan TQM yang meningkat dapat meningkatkan kinerja manajerial
Berdasarkan uraian tersebut di atas, penulis tertarik untuk menelitihal tersebut dalam penelitian berjudul : Pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) dan Partisipasi Penyusunan Anggaran Terhadap Kinerja Manajerial dengan Komitmen Organisasi Sebagai Variabel Moderating (Studi Empiris Pada Perusahaan Manufaktur XYZ di Jakarta)”.

B.     Perumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, masaalah yang ingin diteliti penulis dapat dirumuskan dalam bentuk pertanyaan sebagai berikut :
1.      Apakah Total Quality Management berpengaruh terhadap kinerja manajerial ?
2.      Apakah partisipasi penyusunan anggaran berpengaruh terhadap kinerja manajerial
3.      Apakah interaksi Total Quality Management dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja manajerial ?
4.      Apakah partisipasi penyusunan anggaran dan komitmen organisasi berpengaruh terhadap kinerja manajerial ?

C.    Tujuan Penelitian
Berdasarkan perumusan masalah penelitian ini mempunyai tujuan sebagai berikut
1.      Untuk menganalisis pengaruh Total Quality Management terhadap kinerja manajerial.
2.      Untuk menganalisis pengaruh partisipasi penyusunan anggaran terhadap kinerja manajerial.
3.      Untuk menganalisis pengaruh Total Quality Management dan komitmen organisasi terhadap kinerja manajerial.
4.      Untuk menganalisis pengaruh partisipasi penyusunan anggaran dan komitmen organisasi terhadap kinerja manajerial.

D.    Manfaat Penelitian
Hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat bagi pihak-pihak yang berkepentingan yaitu :.
a.       Kontribusi Teoritis
1)      Bagi peneliti,
Yaitu guna  memperluas pengetahuan dan pengalaman di bidang akuntansi manajemen untuk mengimplementasikan ilmu yang didapat di bangku kuliah melalui praktik dalam penelitian ini serta sebagai syarat penyelesaian tugas akhir kuliah untuk dapatkan gelar sarjana ekonomi akuntansi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta .
2)      Bagi mahasiswa program studi akuntansi,
Yaitu guna menambah wawasan dan pengetahuan tentang ilmu akuntansi manajemen, sehingga dapat mengetahui seberapa besar pengaruh Total Quality Management dan  partisipasi penganggaran terhadap kinerja manajerial dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderating
3)      Masyarakat
Menambah literatur dan acuan penelitian pada bidang akuntansi manajemen, terutama untuk peneliti yang ingin melakukan penelitian lebih lanjut mengenai pengaruh Total Quality Management dan patisipasi penganggaran terhadap kinerja manajerial dengan komitmen organisasi sebagai variabel moderating.
b.      Kontribusi Praktis
1)      Bagi Perusahaan ,
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan informasi  dan bahan pertimbangan kepada pihak perusahaan dalam menerapkan partisipasi penyusunan anggaran dan Total Quality Management dalam peningkatan kinerja manajerial.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar